Essai yang Baik

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat tugas dari dosen mata kuliah Fertilitas dan Mortalitas (Fermor). Tugas tersebut yaitu membuat essai yang berkaitan dengan materi kuliah yang bersangkutan. Essai dibatasi maksimal 2 halaman dengan tipe huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1 dan hasilnya harus dipersentasikan oleh masing-masing mahasiswa di depan kelas. Menurut saya tugas ini sangat menarik dan bermanfaat karena selama ini kita kurang bisa mengaspirasikan pendapat kita atas berbagai kasus yang timbul di sekitar kita. Apalagi dengan kondisi kampus yang notabene menuntut kita untuk menerima segala sesuatu yang disediakan. Tanpa bisa menolak dan tanpa bisa menawar.
Kurangnya pengetahuan mahasiswa mengenai pembuatan essai menimbulkan komentar-komentar dosen Fermor, yang menurut saya lucu, hehe…
Ada teman yang tidak membuat essai tetapu membuat laporan kegiatan PKL, ada pula yang menggabungkan teori2, artikel,dan pendapat. Tapi sebagian besar teman, sepenangkapan saya, menyertakan definisi2 maupun teori2 yang berkaitan dengan masalah yang diangkat. Sedangkan, pendapat pribadi hanya secuil di bagian akhir. Satu paragraf atau mungkin hanya beberapa kalimat.
Ya, meskipun saya bukan orang yang mahir dalam membuat essai, di sini saya akan mencoba untuk memaparkan apa itu essai? Bagaimana kriteria essai yang baik? Bagaimana cara membuatnya?
Informasi ini saya peroleh dari berbagai blog orang2 yang ahli di bidang per-essai-an^^
Mari kita simak bersama.

Essai adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, format penulisan esai pun lebih menekankan kepada gaya bertutur yang sifatnya cenderung tidak analitis, acak, ringan, melompat-lompat, bahkan kadang provokatif. Tapi intinya, sebuah tulisan esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.

Biasanya essai terdiri atas 3 bagian, yaitu

Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis. Itu secara sederhananya.
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Catatan sederhana:
1. Untuk memilih tema atau topik, usahakan yang bisa kita kuasai dan sifatnya lebih “sempit”. Jangan yang masih umum. Jika kita menentukan tema tentang Jakarta. Itu terlalu umum dan sangat luas. Tapi coba tentukan tema tentang, “Ondel-ondel Betawi”. Saya pikir ini akan lebih fokus dan kita bisa menguasainya dengan lebih mudah karena bahannya juga spesifik dan pembaca pun akan terjerat oleh informasi awal bahwa ia hanya akan mendapati pembahasan tentang Ondel-ondel ketika membaca tentang salah satu sisi kehidupan Jakarta yang kita tulis. Selain itu kita harus menentukan tujuan diambilnya tema tersebut dan juga minat kita menulis hal itu. Kemudian buat evaluasi tema, apakah bisa memberikan manfaat lebih bagi pembaca atau sekadar informasi sepintas lalu dari sudut pandang si penulis saja. Jadi, mengukur potensial dari tema tersebut. Menjual dan sangat dibutuhkan pembaca atau sekadar informasi “sekilas” yang bisa begitu saja dilupakan dan tak membekas bagi pembaca.

2. Ketika menulis outline, pastikan kita memulainya dengan memaparkan fakta yang ada, kemudian mengkritisi atau menilai fakta tersebut. Bila perlu membandingkan dengan fakta lainnya, dan terakhir adalah memberikan kesimpulan dan arahan bagi pembaca. Pastikan kesimpulan yang kita tulis tidak bias. Tapi harus tegas dan didukung dengan argumentasi yang kuat dan bila perlu tak terbantahkan.

3. Tak kalah penting adalah memberikan finishing touch atau sentuhan akhir. Misalnya harus diperhatikan alur tulisan, gaya bahasa yang dituilis, pastikan juga dicek ulang tentang penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), akurasi data, sumber kutipan, memperkuat persepsi yang masih lemah dsb. Ini penting agar sebelum dilempar ke pembaca, tulisan kita benar-benar sudah “lolos sensor” atau bahkan tanpa sensor karena kita membuatnya dengan teliti dan kebenaran ide yang kita tawarkan bisa dipertanggungjawabkan sesuai apsek tema yang kita tulis.

Tetapi, bagi penulis pemula (seperti saya), sebaiknya jangan terlalu terpaku dengan aturan-aturan menulis. Just tulis apa yang ingin kita tulis. Tuangkan segala yang ada di pikiran kita.
Semakin sering menulis, InsyaAllah akan semakin menarik tulisan-tulisan kita. So, selamat mencoba membuat essai:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: