Pagi ini aku rindu rumah

Apa yang kuperbuat hingga saat ini sejatinya tak ada seperseratus dari kebaikanmu. Pun kasih sayang yang kuungkapkan, tak ada seperseribu dari yang kaucurahkan padaku. Sungguh masih terekam jelas dalam otakku ketika engkau berusaha memberi penghargaan atas segala usahaku. Kejutan-kejutan indah, pelukan-pelukan mesra, kalimat-kalimat penyemangat…

Pagi ini aku rindu rumah…pada senyum ibunda, pada perdebatan bersama ayahanda. Ahh, perdebatan itu…Selalu tak ada ujungnya, menggantung dan tak terbahas di perdebatan selanjutnya…

Pagi ini aku rindu rumah…pada teriakan-teriakan kecil Dek Irsyad, pada kejahilan adikku…dan memang selalu saja ada keramaian di rumah kita, yang membuat tetangga mengomel di balik jendelanya…

Ibu…kau adalah wanita pertama yang kukenal, mengajariku tentang kasih sayang, tentang kedamaian, pun kebahagiaan….
Bapak…aku masih gadis kecil bapak, yang ingin selalu dimanja hingga kapan saja…

Dan akhirnya akupun hanya bisa berkata…
Ibu Bapak,,betapa luar biasanya kalian…luv u so much…

Jakarta, 13 Januari 2011 dalam kepenatan yang menyenangkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: