Suatu Pagi Dalam Hidup Kita

Pagi adalah suatu titik awal kehidupan kita di hari yang baru. Bangun di pagi hari bagi sebagian orang adalah sebuah keberatan karena hangatnya selimut dan empuknya kasur masih begitu menggoda, sehingga enggan untuk beranjak darinya. Rasulullah SAW selalu mengajak umatnya agar bangun di waktu subuh, bahkan sebelum itu, waktu dini hari sekitar pukul empat pagi adalah waktu yang baik untuk bangun tidur. Di pagi yang dingin kita disuruh untuk langsung bersentuhan dengan air wudhu atau menghirup udara segar.Mungkin di antara pembaca ada yang sering membiarkan waktu pagi terlewat secara sia-sia, misalnya dengan tidur di waktu pagi. Bahkan saya sendiripun terkadang tidak kuasa untuk menahan beban berat di kelopak mata saya di waktu pagi, terutama setelah shalat Subuh. Apalagi jika di malam harinya bergadang untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat kita optimalkan di waktu pagi.

Pagi adalah gairah. Ia juga ungkapan yang sangat lekat dengan makna kesegaran, keceriaan, semangat, dan hidup baru. Di waktu pagi ada keberkahan yang tak pernah pudar. Karena ilmu Allah SWT turun pada waktu pagi. Konsentrasi dan kemampuan memahami di waktu subuh yang tenang, adalah suasana yang tidak pernah ditinggalkan oleh para ulama. Mereka mendalami suatu ilmu, menggali dan merenungi hikmah dari banyak peristiwa yang mereka saksikan, sehingga benar-benar paham dan menguasai banyak ilmu. Ibnu Jarir Ath Thabrani, misalnya. Kemuliaan pagi serta mudahnya akal menyerap ilmu di saat itu, pernah pula diingatkan Lukman Al Hakim kepada putranya, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit”(Tafsir Al Qurthubi dalam Tarbawi Edisi 103 Th.6/Muharram 1426 H/3 Maret 2005M).

Tak hanya itu, dalam dunia kedokteran diketahui bahwa kebiasaan ini membawa manfaat yang cukup besar. Penelitian mutakhir dalam ilmu medis barat telah mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu subuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 03.00 sampai 05.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh karena itu, biasanya selama durasi waktu ini penderita batuk akan akan mengalami batuk yang hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan. Penelitian ini menegaskan bahwa penjagaan pola makan dan pengaturan aktivitas sesuai dengan waktu metabolisme tubuh sangat penting agar kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yagn tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.
Subuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan pada rongga dalam paru-paru. Ini sesuai dengan waktu pagi hari karena pada saat itu udara masih bersih.

Nah, sekarang sudah tahu kan betapa besarnya hikmah di kala pagi.Jadi, mari lawan rasa kantuk kita di pagi hari^^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: